Waktu Terbaik Berinvestasi Saham

Halo Sobat Investor, bagaimana kondisi portofolio rekan rekan? dalam kondisi floating loss or profit?

Semoga dalam kondisi floating profit ya.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin membahas “Kapan Waktu Terbaik untuk Berinvestasi Saham”.

Begitu banyak teori, dan rekomendasi mengenai waktu yang tepat berinvestasi. Penulis ingin menjelaskan sesuai dengan pemahaman mengenai investasi saham itu sendiri.

Investasi sesuai dengan namanya adalah memiliki time horizon yang panjang, bukan hanya harian, mingguan bahkan hanya bulanan saja. Jadi setiap waktu adalah bisa saja waktu yang baik untuk berinvestasi di saham, sepanjang kita memiliki tujuan investasi jangka panjang, tentunya tetap dengan aturan membeli saham dari perusahaan yang memiliki fundamental, kinerja dan Good Corporate Governance (GCG) yang baik.

Kedengarannya membosankan ya menjadi seorang investor saham, harus menunggu waktu yang lama.

Bisa jadi memang benar, jika menjadi Investor adalah pekerjaan membosankan tanpa adrenalin yang gairah ya?
Tapi perlu dipahami sebenarnya waktu terbaik untuk melakukan investasi saham adalah KAPAN SAJA, disaat kita bisa menemukan saham salah harga (Undervalued: Market Price < Intrinsic Value).

Kita bisa melakukan pembelian bertahap atas saham pilihan kita tersebut, dan tetap ya sesuai yang kerap kali penulis ingatkan, kita sebagai investor tetap harus menyisakan Cash On Hand yang stand bye jika tanpa terduga market mengalami koreksi dan memberikan banyak pilihan saham salah harga.

Penulis sendiri sangat menganjurkan untuk tidak melakukan timing in the market (menebak pergerakan pasar, atau menebak bottom sebuah harga saham), sehingga ketika terjadi koreksi harga di pasar modal dengan Cash On Hand yang cukup dapat kita manfaatkan untuk belanja lebih banyak.

Ada satu hal yang seringkali dijadikan acuan penulis dalam melakukan pembelian saham di pasar modal, penulis sendiri lebih nyaman membeli saham ketika harganya sedang koreksi tanpa harus menebak kapan titik terendah koreksinya. Walaupun seringkali ketika setelah melakukan pembelian, harganya terkoreksi lebih dalam, bagi penulis ini adalah kesempatan untuk bisa menambah posisi lebih banyak lagi sesuai dengan rencana alokasi dana investasinya.

Tentu syarat membeli bukan hanya harga terkoreksi saja, yang utama adalah memperhatikan Fundamental, GCG, dan Valuasi Saham yang dibeli.

Lalu bagaimana kalau kondisi market sedang bullish? Apa yang harus dilakukan investor? Sederhana saja, Investor harus bersabar menunggu datangnya koreksi harga di pasar untuk melakukan pembelian yang lebih besar, selama masa menunggu kita bisa fokus berinvestasi di instrumen investasi lainnya yang lebih low risk, seperti Deposito, Obligasi, Reksadana Pendapatan Tetap, dst.

Terakhir, menjadi Investor saham itu tidak harus aktif tiap bulan ya melakukan jual beli, hanya ketika pasar benar benar menarik kita bisa melakukan jual/beli.

Selamat Berinvestasi Saham

 

Happy Value Investing

Jakarta, Feb 21 2021



error: Content is protected !!