Value Investing: Investasi Saham Paling Aman dan Menguntungkan

Konsep Value Investing pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin Graham, seorang investor terkenal di abad ke 20, dan Value Investing juga dianut oleh Warren Buffet dalam berinvestasi di pasar modal, sehingga membuat Warren Buffet menjadi investor pasar modal yang sukses dan terkaya di dunia.

Di Indonesia kita mengenal Lo Kheng Hong (LKH) yang sangat sukses menjadi seorang value investor dengan nilai aset investasi mencapai trilyunan, ini semua dimulai oleh pak LKH dari nol di pasar modal Indonesia, oleh karenanya pak LKH dijuluki Warren Buffet Indonesia.

Lo Kheng Hong

Lalu bagaimana sebenarnya konsep Value Investing ini?

Value Investing pada prinsipnya seorang investor membeli saham adalah membeli bisnis/kepemilikan, sehingga memiliki beberapa prinsip:

1. Memiliki time horizon yang “relatif” lebih ke jangka panjang. (Kata relatif disini bukan tidak mungkin bisa terjadi dalam waktu yang lebih “pendek/singkat”, misalnya kurang dari 1 tahun)

2. Membeli saham dari perusahaan yang secara kualitas perusahaan (Fundamental) adalah baik, termasuk dikelola oleh manajemen perusahaan yang bersih, transparan, dan tidak pernah bermasalah/merugikan kepentingan publik (Good Corporate Governance)

3. Membeli saham perusahaan dengan harga yang undervalued (Nilai Intrinsik > Nilai Pasar).

Jadi Nilai Intrinsik adalah nilai wajar sebuah saham perusahaan.

Jadi cukup mudah dipahami dan sangat simpel khan apa itu value investing sebenarnya? Hanya ada 3 prinsip utama dalam value investing.

Bagi saya berinvestasi di saham itu sebaiknya seorang investor bukan hanya memikirkan soal berapa besar mereka bisa untung/profit dari suatu saham!.

Tapi alangkah baiknya, seorang investor justru harus lebih dahulu mengedepankan seberapa besar resiko (risk) dari investasinya di pasar modal daripada untung/profit yang bisa diperoleh (reward).

Bagaimana Value Investing bisa meminimalkan resiko (AMAN) investasi kita? 

1. Ketika Membeli saham perusahaan dengan fundamental dan GCG yang baik, maka dalam jangka panjang investasi kita akan terhindar dari kerugian. Karena perlu diingat bahwa dalam jangka panjang harga sebuah saham akan mengikuti fundamental perusahaannya itu sendiri, Jadi Keep in Mind ya, harus pakai time horizon jangka panjang

2. Membeli saham ketika harga sahamnya terdiskon atau undervalued (Nilai Intrinsik > Nilai Pasar).

Undervalued ini menjadi sebuah cara untuk meminimalkan resiko, ibaratnya ketika kita sudah membeli sebuah saham perusahaan dengan fundamental yang baik, GCG yang baik dan dengan harga terdiskon, maka resiko terhadap penurunan harga saham kita secara signifikan menjadi lebih kecil , atau menjadi lebih terukur daripada kita membeli saham yang sudah overvalued.

Jadi rekan rekan investor bisa membaca dan memahami 2 point penting ini ya, karena ini adalah esensi bagaimana value investing merupakan cara berinvestasi saham yang aman.

Mengapa Value Investing yang menarik (MENGUNTUNGKAN) bagi para investor saham?

Karena jika kita berbicara dari sisi potensi profit (reward) maka value investing bisa/seringkali memberikan imbal hasil (return) yang bisa ratusan persen alias multi bagger, karena kita membeli ketika undervalued, ini merupakan faktor terpenting ya selain meminimalkan resiko juga akan mengoptimalkan reward investasi saham kita.

Menurut rekan rekan apakah menarik value investing ini? Bagaimana strategi investasi rekan rekan di pasar modal, kalau saya pribadi menggunakan  Value Investing dalam berinvestasi saham di pasar modal Indonesia.

Happy Value Investing!

Jakarta, Jan 26 2021



error: Content is protected !!