Pemimpin itu Mengubah bukan Mengeluh

Dalam perjalanan berkarir, saya termasuk yang beruntung saya banyak sekali bertemu mentor mentor humble, hardworking dan high achiever. Dari lulus bangku kuliah dan menapaki awal karier, saya bertemu dengan seorang atasan sekaligus mentor pertama saya dalam dunia kerja, beliau adalah M. Arief Faisal, di Deloitte Touche Tohmatsu (salah satu kantor akuntan publik Big Four).

Dari Jojon, begitu beliau disapa saya belajar banyak mengenai kegigihan, ketekunan, kerja keras, dan selalu bahagia disetiap pekerjaannya, padahal setiap orangpun tau bahwa tidak mudah bagi seseorang dapat beradaptasi, bertahan dan sukses berkarier dengan budaya kerja kantor akuntan publik yang “mewajibkan” kerja lembur sampai tengah malam, pagi hari, bahkan sabtu dan minggu pun masih tetap bekerja.

Satu yang saya amat beruntung, saya cukup banyak ditempa oleh Jojon saat itu, bukan sekedar ditempa dengan teknis pekerjaan, tapi mentor saya ini mengajarkan wisdom berharga bagi saya, kalau hidup tidak boleh mengeluh, jalani dengan bahagia. Saya masih ingat betul Jojon selalu tertawa lepas dan suka sekali jokes sehingga membuat jam kerja kita tidak terasa saat itu…..

Ada satu kejadian menarik ketika saya banyak bertanya sama Jojon bagaimana caranya bisa sukses seperti dia, jawabannya sangat simple saja, jalani semua yang kita miliki dengan bersyukur dan bahagia. “Jangan Banyak Mengeluh Dra…”, begitu ucapan dia yang saya masih ingat sampai saat ini.

Padahal saya tau, dia punya target kerja luar biasa dengan banyaknya jumlah klien dengan deadline yang ketat, tapi saya tidak pernah satu kalipun melihat Jojon mengeluh, dia selalu bahagia disetiap pertemuan saya.

Dia bukan sekedar atasan saya, Jojon mengajarkan banyak hal berharga yang membentuk karakter saya pertama kali ketika terjun dalam dunia kerja profesional. Dia seorang yang sangat menonjol dengan very humble, walaupun saya tau dia orang yang sangat cerdas, dan penuh empati.

Disetiap pertemuan, biasanya setiap sore menjelang malam. Jojon selalu datang ke klien, tempat dimana saya ditugaskan hingga larut malam dan subuh. Dalam pertemuan kita, kita sama sama bekerja, tapi juga Jojon selalu banyak cerita tentang bagaimana seorang auditor bisa bekerja dengan baik, profesional, dan selalu banyak ide perubahan.

Jadi terbayangkan, saya bekerja sekaligus serasa saya mendapatkan workshop dan dimentorin langsung dari atasan saya saat itu, saya sangat beruntung saat itu, hingga tidak pernah terasa waktu sudah tiba tiba pukul jam 2 atau 3 pagi, saatnya untuk kembali kerumah dengan penuh senyuman dan canda tawa.

Dari mentor saya Jojon, saya bisa mendapatkan pembelajaran berharga kalau seorang pemimpin itu Mengubah bukan Mengeluh. Jojon selalu membawa happiness kedalam lingkungan kerjanya, walaupun bukan berarti hasil kerjanya asal asalan, dan bukan berarti Jojon gak bisa marah, Serem klo ingat Jojon lagi marah, hehhehe

Mindset Mengubah bukan Mengeluh inilah yang sangat berguna ketika menjadi seorang Investor menghadapi pasar saham yang cenderung volatile. Kita harus terbiasa bagaimana investasi kita menjadi bagian dari kehidupan kita dengan membawa kebahagiaan (happiness), bukan membawa kecemasan, kegelisahaan, ketakutan, dan bahkan ancaman bagi hidup kita.

Jangan pernah mengeluh ketika pasar sedang koreksi, Jangan pernah mengeluh ketika kita sudah profit taking, dan harga sahamnya terus naik, Jangan pernah mengeluh ketika kita salah memilih saham lalu cut loss. Semuanya harus disikapi dengan Mengubah.

Yess Mengubah Mindset kita berpikir, Mengubah cara atau strategi investasi kita, Mengubah cara kita belajar, Mengubah cara kita berteman dan membangun pergaulan kita.

Saya bangga pernah punya mentor seperti M. Arief Faisal, alias Jojon.

 

 

Happy Value Investing

Jakarta, July 14 2021



error: Content is protected !!