Nyenyak Tidur Menjadi Investor Saham

Saya dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Orang tua saya adalah pekerja keras yang bisa bekerja lebih dari 12 jam dalam sehari. Mulai dari bekerja di pabrik, membuka warung dirumah, berdagang di pasar, sampai berkeliling Jabodetabek membawa barang dagangan pernah orang tua saya jalani demi kehidupan keluarga kami.

Saya termasuk anak yang beruntung, karena saya kecil pernah merasakan, bahkan membantu orang tua saya mencari uangnya, saya masih sangat ingat ketika masih kecil diajak berkeliling selepas jam 6 sore untuk menawarkan dan mengantarkan dagangan ke warung warung kaki lima bersama ayah saya naik motor Vespa tahun 1979 kesayangannya.

Saat itu dalam hati kecil saya, suatu saat kelak saya ingin sekali mengajarkan kepada anak saya, betapa dia berasal dari keluarga pekerja keras dan tidak ada kata malu dalam bekerja. Tapi didalam hati saya selalu tertanam sebuah tekad “kalau saya harus bisa hidup lebih baik dari orang tua saya” sesuai pesan ayah saya kepada anak anaknya.

Saya sendiri orang yang sangat bangga menceritakan bagaimana perjuangan ayah saya, dari saya lahir bahkan sampai ayah saya berpulang ke rumah Tuhan. Saya sangat bangga sekali dengan Orang Tua Saya. Ada satu hal yang alm. ayah saya ajarkan ke saya, Rajinlah Membaca, karena dengan membaca kita bisa “mengetahui dunia lain’, itulah bahasa ayah saya ketika mengingatkan saya sedari masih kecil ketika bersekolah.

Berjalan seiring waktu, saya yang sangat senang sekali membaca buku, terlebih buku buku pengembangan diri, buku ekonomi, dan buku buku investasi menemukan adanya sebuah harta karun terbesar yang bisa kita raih secara bertahap, bahkan dapat kita nikmati hasilnya disaat kita tertidur, yaitu Berinvestasi (Bukan Spekulasi) Saham di Pasar Modal.

Wah, bukannya investasi saham itu high risk ya, katanya orang orang, duit kita bisa hilang loh?, bikin susah tidur juga, kerjaan dan bisnis bisa terganggu jika sudah kecanduan main saham? Disini saya tidak menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak benar, karena saya sendiri pernah mendengar langsung kisah kisah horor ketika orang bermain saham.

Tapi dari yang saya pelajari dan jalankan, Berinvestasi Saham itu Tidak sama dengan Ber”main” (Baca: Spekulasi) Saham. Ini jelas 2 hal berbeda sekali baik dari Mindset (Cara Pikir), Wisdom, Knowledge, dan Actionnya. Saya tidak akan membahas detail bagaimana berinvestasi saham yang baik, karena saya sudah pernah menuliskan hal ini di https://www.indratan.com/investasi-saham-itu-bukan-spekulasi-berinvestasilah-dengan-kaidah-yang-benar-simak-tipsnya-ya/

Saya ingin bertanya apakah uang yang kita simpan dalam bentuk saham sepantasnya membuat kita lebih kaya dengan cara bagaimana?

1. Cara yang membuat kita sulit tidur, gelisah, selalu ingin melihat terus layar trading, tidak percaya diri ketika dengar analis orang lain, ketika weekend pengen rasanya buru buru hari senin, lupa bersyukur, tidak pernah puas, menyesal jual lebih cepat, menyesal tidak cut loss, menyesal beli sedikit, dan setumpuk rasa rasa yang menimbulkan energi negatif bagi diri kita.

2. Cara yang membuat kita bisa tidur nyenyak, percaya diri, tidak gelisah, tidak panikan, bersyukur ketika harga naik bisa mendapatkan profit dan ketika harga turun melihatnya sebagai sebuah kesempatan membeli saham bagus yang salah harganya, bisa menikmati weekend bersama keluarga, tidak terganggu dengan fluktuasi turun naiknnya harga saham di bursa, bisa fokus dengan pekerjaan atau bisnis utama kita, dan masih banyak lagi ketenangan hati dan diri yang tentunya membawa energi positif dalam diri dan hidup kita.

Kita lebih suka yang mana ketika berinvestasi saham? cara 1 atau cara 2? Kita tidak membahas dulu mana profit yang lebih besar, karena faktor menghasilkan high return juga ditentukan banyak faktor selain pilihan cara berinvestasinya juga soal knowledge dan faktor emosional di pasar modal yang lebih menentukan hasil investasi kita.

Kalau saya pribadi memilih cara no 2, saya memilih nyenyak tidur ketika berinvestasi saham, saya tidak ingin saham mengambil alih kontrol kehidupan, saya harus bahagia bersama pekerjaan, bisnis dan keluarga saya. Berinvestasi saham hanyalah instrumen meningkatkan kekayaan yang dikumpulkan dari hasil kerja keras saya, bukan sebagai active income.

Saya selalu tidak mempedulikan fluktuasi harga di pasar, sesekali saja memperhatikan layar trading (ya mungkin diwaktu weekend, jumat sore atau sabtu pagi), jika ada koreksi harga saham yang besar baru saya mengambil perhatian untuk secara mencicil membeli saham saham yang menjadi inceran saya diharga yang terkoreksi besar, saya tidak mempedulikan analisa orang lain, karena saya percaya setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap uang dan tindakannya masing masing.

Tidur nyenyak adalah cara terbaik berinvestasi saham itu memberikan kenikmatan bagi hidup, bukan hanya lebih tenang, tapi juga tetap bisa menikmati profit puluhan hingga ratusan persen, tanpa harus membuat diri kita di”kontrol” oleh saham saham kita. Salah satu kebiasaan yang sering saya lakukan hanyalah membaca buku buku yang saya sukai seperti buku pengembangan diri, investasi, ekonomi, koran koran nasional, dan laporan keuangan perusahaan yang sahamnya saya beli.

Terkadang kita harus mengabaikan bisikan atau godaan yang datang di sekitar kita untuk membeli saham saham yang menggiurkan kenaikan harganya dalam waktu singkat, saya sering bilang beli saham hype (trending). Tanamkan keyakinan pada diri kita bahwa membeli saham bukan sekedar mengejar keuntungan sebesar besarnya, tapi juga kita bertanggung jawab untuk menjaga modal kita tidak beresiko tinggi untuk lenyap atau hilang, mengapa?

Karena uang yang kita belikan saham itu pastinya Uang halal hasil kerja keras kita atau pasangan kita khan? sudah sepatutnya kita benar benar menghargai uang dengan cermat dan bertangung jawab, dan salah satu bentuk tanggung jawab kita adalah berinvestasilah dengan cara yang baik, bukan berspekulasi dengan cara terbaik.

 

Enjoy our life, Happy to Value Investing

 

Jakarta, Jun 13, 2021



error: Content is protected !!