Mengelola Dana & Portofolio Investasi Saham

Salah satu faktor terpenting keberhasilan investasi saham ditentukan oleh bagaimana kemampuan seorang investor mengelola dana dan portofolio investasinya.

Hal ini kerap kali tidak terlalu mendapatkan perhatian yang serius dan penting, kebanyakan orang hanya fokus membeli saham apa? beli diharga berapa? dan jual di harga berapa? Jadi boleh dibilang hanya fokus seputaran 4 huruf kode sahamnya “XYZA” serta harga jual dan beli saja.

Bahkan tidak jarang, banyak sekali yang menawarkan signal beli dan jual 4 huruf kode saham ini, baik dari yang berbayar sampai yang gratisan di sosial media tanpa memberikan analisa dan paparan yang logisnya.

Saya jujur termasuk yang terganggu dengan hal ini, karena sama sekali tidak mendidik, dimana seharusnya setiap investor bisa melakukan keputusan investasinya dengan bertanggung jawab setelah melakukan analisa dan penelitian atas perusahaan atau saham yang akan diinvestasikannya dengan cara yang baik, dan benar. Maaf bagi yang tidak berkenan ya.

Pada kesempatan kali ini penulis akan memberikan sharing pengalaman dan pengetahuan penulis dalam mengelola dana dan portofolio investasi saham dengan baik dan benar.

Pertama, Setiap dana yang diinvestasikan dalam saham harus menggunakan dana “Dingin” artinya apa? Dana yang tidak terpakai dalam waktu dekat (< 1 tahun) dan dana milik sendiri, bukan dari dana hasil berhutang/meminjam baik kepada keluarga maupun orang lain, apalagi sampai meminjam dengan menggunakan bunga/margin, ini sangat tidak disarankan, sekalipun Kita sangat sangat yakin akan mendapatkan keuntungan dalam investasi saham kita.

Mengapa dana dingin ini saya sampaikan pada point pertama? karena ibarat rumah, inilah tiang pondasi rumah kita, jika tiangnya tidak kuat/rapuh maka suatu saat rumahnya akan roboh, begitu juga dengan investasi kita, ketika tidak menggunakan dana dingin maka secara psychology dan action dari investasi kita akan terganggu, menjadi tidak tenang, tergesa-gesa, cemas bahkan menjadi emosional ketika menghadapi fluktuasi harga saham di pasar modal.

Kedua, Alokasikan dana investasi kita tidak dalam satu jenis investasi. Saat ini banyak pilihan investasi mulai dari yang paling safe sampai paling beresiko. Saran saya tidak perlu menyebar uang kita kedalam terlalu banyak instrumen investasi, cukup lakukan diversifikasi dana investasi kita sesuai dengan tujuan keuangan kita saja.

Kalau saya pribadi lebih suka berinvestasi hanya pada 3 jenis: Deposito Berjangka, Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT), dan Investasi Saham. Pastikan investasi yang rekan rekan pilih adalah investasi yang aman, bukan investasi bodong yang hanya menawarkan return yang tidak masuk akal bahkan dibilang bombastis, jangan tertipu dengan iming iming, sudah banyak sekali korbannya. Biasakan Cerdas Berinvestasi.

*Disesuaikan dengan profile resiko dan preferensi Investor

Ketiga, Alokasikan dana investasi bukan sisakan. Ini sangat berbeda ya, tapi kadang saya masih banyak menemukan banyak orang yang belum bisa mengelola keuangannya dengan bijaksana. Nah, simpelnya dengan menjadi Investor sebenarnya kita dilatih untuk bisa mengelola keuangan dan gaya hidup kita dengan hemat, dan bijaksana, saya tidak mengajarkan menjadi pelit ya, karena jelas berbeda antara hemat bijaksana dengan pelit.

Sebagai ilustrasi saya berikan contoh dibawah ini:

Lessons Learn dari Mr Amsiong dan Mr Budi:

Setelah kita memahami 3 poin diatas, sekarang kita mulai spesifik pada portofolio investasi saham ya.

Keempat, Portofolio itu ibarat Rumah, Saham itu ibarat Furniture. Rumah dan Furniture sama pentingnya, akan tetapi sebagai tuan rumah, kita harus bisa mengatur tata lokasi antara rumah dan furniture dengan baik, agar rumah kita sehat dan tidak terlihat sumpek.

Kelima, Lakukan diversifikasi portofolio investasi saham menjadi 2 bagian besar yaitu: Premium Stock dan Value Stock. Hal ini sangat penting untuk rekan rekan investor bisa melakukan natural hedging atas resiko atas portofolio investasi kita.

Keenam, Atur portofolio investasi saham kita sesuai jumlah dana investasi. Sangat penting untuk bisa mengatur banyaknya jumlah saham yang ada di portofolio kita sesuai dengan jumlah dana yang kita investasikan di saham, sehingga bisa memiliki portofolio yang sehat dan optimal baik secara resiko dan reward.

Rules of Thumb yang saya pergunakan adalah “Jangan menginvestasikan terlalu banyak jumlah emiten sahamnya dan jangan hanya berfokus pada satu sektor usaha emiten/saham yang kita investasikan”

Ketujuh, Strategi membeli saham kita bisa dilakukan dengan metode Lump Sum (Sekaligus) atau bertahap sebanyak 3x atau cicil rutin tiap bulan/periode tertentu (Dollar Cost Averaging/DCA) untuk mengoptimalkan profit dan meminimalkan risk.

Tidak ada strategi pasti & terbaik, semua harus disesuaikan dengan profile resiko investor, jenis saham, kondisi portofolio, dan jumlah dana yang diinvestasikan. Dapat dijadikan panduan, bagi rekan investor dapat melakukan strategi membeli saham dengan panduan dibawah ini:

Premium Stock, Bisa dilakukan pembelian cicil tiap bulan/periode tertentu (Dollar Cost Averaging/DCA) untuk tujuan investasi jangka panjang seperti dana pensiun, biaya pendidikan anak, dst.

Value Stock, Bisa membeli secara lump sum (sekaligus) atau bertahap sebanyak 3x untuk tujuan meningkatkan nilai kekayaan/investasi kita dalam jangka panjang.

 

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi rekan rekan investor bagaimana mengelola dana dan portofolio investasi saham yang sehat dan optimal, bukan sekedar hanya memilih jenis saham dan membeli saham yang akan diinvestasikan saja ya, Boleh dishare jika teman teman mendapatkan manfaat dari tulisan ini, agar kedepan semakin banyak investor saham di Indonesia yang lebih baik dan sukses.

 

Happy Value Investing!

Jakarta, Feb 05 2021



error: Content is protected !!