Investasi Saham bukan Spekulasi, Simak Tips Berinvestasi Saham!

Pada Tahun 2020, semenjak terjadinya pandemi Covid 19 di Indonesia, jumlah penambahan rekening saham (investor retail) mencatat rekor tertingginya pada 2020. “Hingga 18 Desember 2020 sudah terjadi penambahan lebih dari 527 ribu investor baru saham atau meningkat 47,71% dari 2019” dikutip dari Investor Daily Indonesia.

Tentu disatu sisi ini berita baik, hal ini menggambarkan semakin banyaknya orang yang sadar akan pentingnya berinvestasi, dan salah satunya berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Tapi mendengar berita akhir akhir ini, banyak orang rugi dari beberapa saham yang sebelumnya naik secara bombastis dan heboh, Di sosial media banyak yang sharing kisah investasinya rugi besar, dan lebih parahnya lagi menggunakan uang pensiunan, uang arisan, bahkan sampai ada yang berhutang untuk membeli saham.

Menurut saya kaidah berinvestasi itu sangat penting dipahami oleh para investor saham di pasar modal, bukan sekedar hanya mendapatkan untung, tanpa paham bagaimana bisa untung atau bahkan mengalami kerugian.

Setiap investor tentunya akan memiliki pembelajarannya masing masing di pasar modal, tentu alangkah bijaksananya setiap investor bisa selalu belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan atau belajar dari kesalahan orang lain, Jadi tidak harus belajar dengan melakukan kesalahan terlebih dahulu, Catat ya…

Sebelum kita membahas bagaimana tips berinvestasi saham dengan kaidah yang benar, perlu kita pahami terlebih dahulu makna kata investasi itu sendiri.

Banyak sekali orang menggunakan kata Investasi, pelakunya disebut Investor saham.

Padahal ketika benar benar dilihat dari cara, filosofi, mindset berfikir dan skillsetnya sangat jauh dari makna kata Investasi dan Investor.

Begitu juga banyak sekali saat ini group group berbayar maupun yang gratisan, yang pake label “Investasi” atau “Investor” tapi ketika benar benar dilihat isinya bukanlah menggunakan pendekatan investasi yang benar, bahkan tidak jarang isinya mengajak orang berspekulasi, dan tidak memberikan edukasi yang baik.

Our Money is Our Responsible, sangatlah bijaksana uang hasil kerja keras kita bukan dipakai untuk berspekulasi di pasar modal, kecuali memang niat dari awal mau spekulasi.

Dalam pendekatan membeli saham secara umum banyak dikenal Teknikal Analisis dan Fundamental Analisis, Dua pendekatan ini jika benar dipahami dan dijalankan dengan tepat bisa mengurangi resiko kita di pasar modal.

Tidak ada mana yang lebih baik, keduanya menurut saya baik saja, kembali kepada preferensi seseorang saja, saya sendiri lebih memilih sebuah pendekatan investing, lebih spesifiknya Value Investing

Berikut tips yang dapat menjadi pedoman dalam berinvestasi saham dengan kaidah yang benar:

1. Investasi saham harus memiliki tujuan investasinya

Investasi saham sebenarnya sama saja dengan investasi pada umumnya, sangat bijaksana jika kita memiliki tujuan investasi kita di saham untuk apa? Untuk biaya pendidikan anak, biaya menikah, dana pensiun, dana membeli hunian, dst.

Sangat penting seorang investor yang baik menetapkan tujuannya ketika awal melakukan investasi sahamnya, agar setiap proses pengambilan keputusan investasi dilakukan atas dasar kehati-hatian, keseriusan (bukan spekulasi), dan senantiasa memperhitungkan risk dan rewardnya secara bijaksana.

Karena kerap kali, tidak adanya tujuan investasi membuat orang lebih tanpa beban melakukan jual/beli sahamnya, dan senantiasa greed untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar sekalipun sudah bisa mencapai return investasi yang cukup besar.

2. Investasi saham memiliki time horizon jangka panjang

Investasi saham dengan kaidah yang baik harus dengan menggunakan mindset jangka panjang, bukan jangka pendek, mengapa?

Karena ketika kita berinvestasi saham sebuah perusahaan, tentulah perusahaan yang kita beli diharapkan bertumbuh dan berkembang sesuai harapan kita, nah apakah itu bisa dalam waktu hitungan hari/minggu atau bulanan?. Ingatlah berinvestasi saham adalah sama saja kita membeli sebuah kepemilikan dari bisnis perusahaan. As simple as that.

Tentu tidak ya jawabannya, jadi ketika kita paham kaidah ini, kita senantiasa bisa memiliki mindset dan respon yang benar ketika melihat fluktuasi harga saham di pasar modal dalam jangka pendek.

Jadi tidak perlulah jantungan melihat pagi hari saham kita turun, lalu siang hari naik lagi atau sebaliknya, tetap fokus bahwa tujuan investasi saham adalah jangka panjang, seiring bisnis perusahaan yang berkembang.

3. Investasi saham harus menggunakan “dana dingin”

Wajib hukumnya untuk menggunakan dana dingin untuk berinvestasi saham, dana dingin adalah dana yang tidak terpakai/idle dalam jangka waktu dekat dan harus yang kita miliki sendiri (bukan berhutang/dana pinjaman).

Jangan sekali kali mencoba menggunakan investasi dari dana pinjaman, ataupun dana yang akan terpakai dalam jangka waktu dekat, Mengapa? Secara pasti akan mempengaruhi psychology dan keputusan investasi anda menjadi lebih tidak cermat dan tidak tenang, sehingga berakibat kerugian pada akhirnya.

4. Investasi saham pada perusahaan dengan fundamental yang baik

Sebagai sebuah mindset Investasi saham adalah membeli sebuah kepemilikan bisnis perusahaan maka sangatlah penting untuk seorang investor memilih perusahaan dengan fundamental yang baik, bukan sekedar membeli empat huruf kode emiten sahamnya saja “ABCD”, tanpa mengetahui secara detail fundamental perusahaannya.

Ibarat kita membeli sebuah saham itu kayak kita berinvestasi membeli sebuah warung makan, apakah kita mau berinvestasi di warung makan yang sepi pengunjung, lalu makanan yang disajikan tidak menarik konsumen, belum lagi yang setiap bulan harus disuntik dana oleh owner dikarenakan tidak cukup uang untuk membayarkan biaya operasionalnya.

Simpel bukan analoginya?, jadi seorang investor wajib mempelajari dan memilih perusahaan yang mempunyai kinerja keuangan yang baik (Profitable), memiliki kondisi keuangan yang sehat dan likuid (Good Balance Sheet & Cash Flow), memiliki prospek bisnis yang cukup baik dan yang terpenting memiliki manajemen perusahaan yang bersih, anti korupsi, dan transparan (Good Corporate Governance).

5. Investasi saham harus sabar dan tidak emosional

Terakhir, bukan berarti poin ini tidak penting bahkan Kesabaran dan tidak emosional adalah hal terpenting yang mempengaruhi kesuksesan kita berinvestasi saham.

Sekalipun kita hebat dalam melakukan analisa, melihat prospek bisnis perusahaan, akan tetapi jika kita tidak memiliki kesabaran dan emosional melihat pergerakan harga di pasar modal maka sangat sulit kita bisa mencapai tujuan investasi kita dengan baik dan optimal.

Lalu bagaimana dong untuk bisa sabar dan tidak emosional?, sedikit tips dari saya, ketika kita sudah membeli sebuah saham yang bagus, tidak perlu sering sering melihat pergerakan harganya setiap hari atau bahkan jam demi jam setiap harinya, fokuslah kita melakukan aktivitas rutin kita, memperbanyak pundi pundi untuk dana investasi saham kita.

Perlu waktu untuk latihan kesabaran, dan perlu keyakinan atas saham yang kita beli, oleh karenanya sangat tidak disarankan membeli saham tanpa sebuah analisa dan pendalaman yang baik, logis yang dilakukan oleh kita sendiri.

Jangan pernah membeli saham hanya ikutan kata orang, ikutan rame rame karena lagi trending topics.

Selamat Berinvestasi…..

Happy Value Investing

Jakarta, Jan 21 2021



error: Content is protected !!