Investasi Bukan Cara Cepat KAYA

Banyak sekali belakangan ini para influencer investasi di sosial media kita, yang senantiasa memberikan materi edukasi sekaligus menarik calon nasabah atau klien mereka.

Konon tidak tidak sedikit yang dalam menyampaikan edukasinya tidak memberikan informasi yang berimbang, senantiasa yang diviralkan sesuatu yang bersifat Untung Cepat, Untung Mudah (Padahal pada kenyataannya, Investasi itu tidak melulu bicara untung, untung dan untung). Inilah yang banyak sekali membuat penyesatan informasi, sehingga memakan banyak sekali korban investasi tidak bertanggung jawab.

Saya tidak bahas instrumen investasinya secara spesifik, kita mungkin bisa lihat saja di sosial media kita mulai dari influencer saham, crypto, forex, money game, dan jenis investasi lainnya. Menurut pandangan saya pribadi, mengedukasi adalah pekerjaan yang mulia, tapi edukasi juga harus memberikan informasi yang benar, harus diinformasikan secara berimbang apa reward dan risknya.

Jangan hanya bilang, “pasti untung….”, “yang lain sudah banyak untung koq”, …padahal dibalik itu tidak sedikit influencer yang juga bertujuan untuk berdagang produknya. Edukasi harus membuat setiap orang itu cerdas, dan mandiri. Dan yang terpenting, Investasi itu bukan alat untuk jadi cepat KAYA.

Jadi kalau ada yang bilang Investasi ini itu, maka kita bisa cepat KAYA dalam waktu singkat, saya sih cukup yakin itu Bohongggg. Investasi itu perlu waktu, kesabaran, perhitungan risk dan rewardnya dengan baik. Mungkin banyak yang bertanya, bisa gak dengan Investasi orang menjadi Kaya secara finansial, BISA BANGET….Di Indonesia ada investor saham yang sukses seperti pak Lo Kheng Hong, di USA ada pak Warren Buffet. So, para pengusaha hebat di Indonesia mereka semua adalah Investor juga loh, mereka memiliki sejumlah kepemilikan (saham) di berbagai perusahaan.

Jadi apa mitosnya, bener gak investasi bikin kita cepat KAYA? Ini ajaran menyesatkan.

Ini yang membuat tidak sedikit orang menjadi mental penjudi dalam melakukan praktek berinvestasinya, dan parahnya banyak terjadi adalah fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan Hearding Behaviour. Berinvestasi atas prinsip “takut ketinggalan trend” dan praktek investasi karena ikut ikutan tanpa mau BELAJAR apa dan bagaimana berinvestasi yang baik dan benar.

Tulisan ini saya buatkan karena rasa kegundahan saya melihat fenomena di pasar modal Indonesia, dimana banyak dan sudah cukup lama kampanye “Yuk Nabung Saham”, edukasi ini sangat baik sekali tujuannya, akan tetapi kayaknya belum terlalu menarik hati para investor pemula untuk benar benar memahami. Terlebih sosial media yang ada di ponsel kita masing masing sangat mudah ditemukan para influencer saham yang tidak mengajarkan cara berinvestasi yang baik tapi malahan lebih sering mengajarkan cara berspekulasi dengan baik.

Ambisi dan Slogannya selalu bilang “Yang Penting Cuan”. Padahal yang menurut saya terpenting bukan cuannya dalam berinvestasi, tapi adalah ilmu bagaimana kita bisa cuan???

Ikut ikutan orang lain, tidak paham Why Analysisnya kenapa cuan. Sehingga banyak orang tidak bisa dan mau menghargai proses dibalik cuan sebuah investasi. Jangankan disuruh membaca laporan keuangan, mempelajari teknikal analysis, disuruh membaca buku  refrensi investasi aja bilangnya “Susah dan Ribet”

Inilah fenomena yang membuat orang yang kapok karena pake cara investasi yang salah akan bilang pasar modal adalah tempat berjudi. Padahal jika direnungkan, justru dialah yang berjudi dengan uangnya.

Investor yang baik selalu melakukan analisa mendalam secara mandiri, memahami reward dan risk atas pilihannya, mengetahui apa, kapan dan bagaimana pilihan investasinya dengan sangat details, bukan ikut ikutan signal jual dan beli dari orang lain.

Semoga artikel ini tidak menyinggung para pihak yang sedang berdagang investasi, harapannya kita semua bisa membangun edukasi yang baik dan mendidik banyak calon investor, terutamanya di pasar modal Indonesia.

Jangan tanya saya lagi yah, “Kalau beli saham bisa untung berapa?”, “Beli saham apa?”…Saya tidak tau jawabannya…Khan sudah saya tulis diatas, heheheh..

 

 

Happy Value Investing

Jakarta, Sep 18, 2021



error: Content is protected !!