Integritas itu Kejujuran disaat tidak ada orang lain mengetahui

INTEGRITAS itu Kejujuran disaat tidak ada orang lain mengetahui…

Saya menjalani profesi Auditor sudah hampir 18 tahun secara akumulatif dari awal berkarir, dan konsisten sebagai Auditor….hehehe, lama juga yah ternyata saya sudah jatuh cinta bahkan sudah mendarah daging di kehidupan saya sebagai pemeriksa.

Seluk beluk dari membuat sistem pencegahan, merancang strategi pemeriksaan, dan melakukan audit investigasi dari yang termudah, bahkan sampai yang tersulit pernah saya hadapi dan lakukan. Keluar masuk ke kantor polisi, kejaksaan dan beberapa kali harus menjadi saksi pelapor, saksi ahli di muka sidang pengadilan bukanlah hal yang asing bagi saya.

Saya sekejap pernah berhitung cepat ala quick count dari catatan pekerjaan dan karir saya, pecaya atau tidak saya sudah pernah menghadapi baik secara langsung (ikutan di fieldwork pemeriksaan) atau tidak langsung (team saya yang melakukan audit fieldworknya) tercatat sudah ratusan jenis kasus yang saya pernah hadapi dan temukan, termasuk hampir 3 ribuan orang yang kami dapatkan sebagai pelaku fraudster….Wow banyak ya….

Dari 3.000 orang fraudster itu bisa dibilang mereka semua memiliki cacat mental, cacat kejujuran dan rekam jejak yang bermasalah dengan integritasnya. Terlepas apapun alasan atau pressure dibalik alasan mereka semua melakukan fraud/kecurangan.

Fraudster yang pernah saya hadapi dan temukan beraneka ragam background dan level pekerjaannya, mulai dari sekelas Managing Director, Senior Manager, Manager, sampai level terbawah dalam sebuah organisasi. Dari yang modusnya pelaku tunggal sampai berjamaah beramai ramai sampai belasan orang.

Saya memiliki taksiran 99% dari catatan kasus yang pernah saya hadapi hanya kurang dari 1% saja yang benar benar melakukan fraud itu atas dasar keterpaksaan/kebutuhan hidup (biaya berobat, biaya sekolah, dll), sisanya dan mayoritas mereka melakukan atas desakan keinginan, dan gaya hidup.

Punya 2 istri, modifikasi mobil padahal gak dimodif aja naik mobil bagi saya pribadi sudah barang mewah, biaya touring dengan geng motornya, main judi dan PSK, beli barang barang branded, main judi online, main game online, beli kontrakan, nabung deposito, ajak liburan anak istri, uang saku karena jatah dari istri gak cukup, serta banyak lagi cerita dibalik terjadinya sebuah masalah integritas.

Bahkan yang terbaru dalam tahun ini saya menemukan orang mencuri dan uangnya untuk bayar hutang dia menikah, dan konon kabarnya dia juga menipu istrinya dengan emas kawin palsu, tragissss, dan orangnya sudah dipenjara sekarang, yahhhh akibat perbuatan dia sendiri.

Dari pengalaman saya ini, saya sendiri mengambil hikmah dan pembelajaran berharga bahwa;

1.  Tidak penting seberapa pandai, taat ibadah, berpakaian sopan jika mental dan integritas kita ternoda.

2. Integritas itu ibarat kertas putih, polos dan masih licin, sekali saja ternoda tidak akan pernah bisa dikembalikan wujud asalnya yang baik.

3. Integritas itu adalah sebuah journey, kalau hari ini kita memiliki integritas yang baik bukan jaminan selamanya akan tetap baik, bisa saja berubah. Oleh karena itu kita perlu menjaga dan memberikan asupan mental dan jiwa kita hal yang baik dan positif.

4. Integritas itu adalah rekam jejak, bukan kondisi saat ini saja. Jadi kalau anda ingin memilih seseorang harus dan wajib memeriksa dan memastikan rekam jejaknya.

5. Orang Loyal bukan berarti integritasnya baik, belum tentu….tidak ada hubungan loyalitas dan integritas. Artinya orang semakin lama bekerja bukan jaminan integritasnya baik.

6. Gaya hidup dimana keinginan melebihi kebutuhan akan menjadi pemicu utama pencetus masalah integritas seseorang.

7. Jujur itu belum tentu berintegritas, jika disaat orang jujur dia mengetahui bahwa kejujuran dia sedang diketahui orang lain….Paham khan ini? Kalau kita terbiasa jujur pasti paham.

Pesan alm papi saya dulu sewaktu saya baru pertama kali bekerja cuman 2 hal: Kerja yang Jujur dan harus Rajin.

Simpel banget tapi ini pondasi kesuksesan perjalanan karir saya sampai hari ini. beliau tidak mengajarkan saya  akuntasi, manajemen, audit, investasi, dll, tapi alm papi mengajarkan saya bagaimana hidup sederhana, kerja keras, bersyukur, dan jujur.

Saya bangga pernah menjadi anak papi, We miss you pi. I Love you forever…

 

Enjoy our life, Happy to Value Investing

Jakarta, Sep 12 2021



error: Content is protected !!