Enterprise Value (EV) Valuation

Berinvestasi saham akhir akhir ini menjadi sangat marak di tanah air kita, tentunya ini menjadi kabar baik karena dapat dikatakan semakin banyak orang sadar akan pentingnya berinvestasi dan salah satunya pada instrumen saham di pasar modal.

Penting untuk dipahami berinvestasi tidak sama dengan dengan berspekulasi. Berinvestasi itu ada kaidah dan filosofinya, bukan sekedar beli/jual saham langsung dikatakan investasi. Hal ini  yang perlu dipahami bagi yang tertarik untuk berinvestasi saham.

Untuk lebih detail mengenai Tips Berinvestasi Saham dapat dibaca pada link berikut: https://www.indratan.com/investasi-saham-itu-bukan-spekulasi-berinvestasilah-dengan-kaidah-yang-benar-simak-tipsnya-ya/

Salah satu faktor terpenting dalam keputusan investasi saham adalah melakukan valuasi (penilaian harga saham), saya ulangi ya investasi saham…Bukan Spekulasi Saham, karena itu jelas beda sekali. Valuasi Saham adalah salah satu faktor yang menjadi pertimbangan sebelum seorang investor memutuskan untuk membeli/menjual investasi sahamnya.

Menurut penulis, valuasi saham dapat dikatakan sebuah ilmu dan seni. Ilmu karena selalu ada faktor rasional dibalik perhitungan nilai (valuasi) saham dan juga merupakan sebuah seni, karena terdapat banyak sekali metode valuasi yang dapat digunakan, dan semuanya memiliki sudut pandang penilaian yang berbeda, dan sebuah metode penilaian dapat dipakai untuk melengkapi metode valuasi lainnya.

Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu metode valuasi Enterprise Value (EV). EV adalah sebuah metode valuasi yang menggunakan kapitalisasi pasar (market cap) sebagai dasar penilaian, dimana “seolah olah” kita akan mengakusisi (membeli) seluruh kepemilikan perusahaan secara 100%.

Sederhananya perhitungan EV adalah “Berapa nilai yang harus kita bayarkan ketika kita membeli saham/kepemilikan PT “ABC” sebesar 100%?”

Pada saat kita mengakusisi 100% PT ABC sebesar nilai pasar (market cap) maka sebenarnya kita juga harus menanggung hutang PT ABC, dan menerima kas & setara kas yang dimiliki oleh PT ABC saat itu.  Artinya total hutang PT ABC akan menambah nilai akusisi kita dan total kas & setara kas PT ABC akan mengurangi nilai akusisi kita terhadap PT ABC.

Dalam penjelasan yang lebih sederhana adalah Enterprise Value (EV) adalah:

EV = Market Cap + Total Debt – Cash & Cash Equivalent

 

Sebagai ilustrasi saya akan menggunakan contoh rill perhitungan dari salah satu emiten ya (Disclaimer ini bukan rekomendasi jual/beli).

PT Mitrabahtera Segara Sejati, Tbk (MBSS), berdasarkan laporan Q3 2020 (Asumsi menggunakan kurs USD: 14.000 IDR):

1. Harga per lembar saham MBSS: IDR 430 (as of Mar 05, 2021)

2. Jumlah Lembar Saham Beredar: 1.750.026.639 lembar saham

3. Nilai Kapitalisasi (Market Cap): IDR 752,51 Milyar

4. Total Hutang: IDR 693.996.744 (USD$ 49.571.196)

5. Total Kas dan Setara Kas: IDR 606.747.050 (USD$ 43.339.075)

6. Operating Cash Flow (OCF): IDR 156.792.594  (USD$ 11.199.471)

 

Jadi perhitungan nilai Enterprise Value  PT MBSS, Tbk:

EV = 752 Milyar + 694 Milyar – 606 Milyar

EV = 840 Milyar.

Seperti penulis sudah jelaskan nilai EV ini dapat dipakai sebagai sebuah acuan dalam melakukan valuasi saham, tapi bukanlah satu satunya metode valuasi yang mutlak, dapat dikombinasikan dengan metode valuasi lainnya.

Jika kita perhatikan dalam contoh kasus MBSS ini maka dapat dikatakan kita membeli MBSS dengan nilai perusahaan (Enterprise Value) sebesar 840 Milyar dan kita membelinya di pasar senilai 752 Milyar (market cap).

atau dapat juga dilihat dari sisi arus kas operasi (OCF) yaitu:

EV/OCF = 840 Milyar / 156 Milyar

EV/OCF = 5,4

Artinya ketika kita membeli MBSS maka kita bisa balik modal ketika 5,4 tahun. Angka OCF ini adalah angka arus kas rill yang ada dilaporan arus kas perusahaan dan dapat dikatakan benar benar terjadi arus kas masuk dan keluarnya dalam rekening perusahaan.

So, apakah dapat diartikan MBSS ini termasuk perusahaan undervalued? untuk menjawab ini, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa valuasi bukan satu satunya faktor yang harus dilihat dalam berinvestasi saham, simak artikel yang linknya sudah dishare diatas ya.

Semoga artikel ini dapat membantu rekan rekan dalam melakukan analisa valuasi menggunakan Enterprise Value (EV)

Cerdas Berinvestasi untuk Masa Depan lebih Baik.

 

Happy Value Investing

Jakarta, Mar 07 2021

 

 

 



error: Content is protected !!