Bedah Emiten PT Astra Otoparts, Tbk (AUTO), Apakah saham salah harga?

Halooo Sobat Investor, Apa kabarnya weekend ini? semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu ya.

Pada kesempatan ini penulis ingin membedah salah satu emiten pasti produknya pernah kita pakai nih, baik secara sadar atau tidak sadar, wah emiten apa itu ya?

Yess. PT Astra Otoparts, Tbk (AUTO). Astra Otoparts merupakan grup perusahaan komponen otomotif terbesar dan terkemuka di Indonesia yang memproduksi dan mendistribusikan beranekaragam suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

A. Sekilas Sejarah Perusahaan

Sejarah perusahaan sebagai grup perusahaan manufaktur dan distribusi komponen otomotif terbesar di Indonesia berawal dari pendirian sebuah perusahaan dengan nama PT Alfa Delta Motor pada tahun 1976. Sejak 40 tahun berdiri, Perseroan mengalami enam kali perubahan nama sampai akhirnya menyandang nama yang telah dikenal luas, yaitu PT Astra Otoparts Tbk sejak tanggal 4 Desember 1997.

Adapun Kepemilikan AUTO dapat terlihat pada tabel dibawah ini, 80% AUTO dimiliki oleh PT Astra International, Tbk (ASII), dan sisanya dimiliki oleh masyarakat.

B. Bisnis Perusahaan

Bisnis perusahaan bergerak dalam bidang manufaktur (produksi) dan perdagangan (domestik dan internasional).

Manufaktur: Memproduksi berbagai macam komponen untuk kendaraan roda empat, baik untuk pabrikan otomotif (OEM) maupun untuk pasar suku cadang pengganti (REM): Engine Parts, Body & Chassis Parts, Electronic & Electrical Parts, Drive & Train Transmission.

Perdagangan – Domestik: Pemasaran, penjualan dan distribusi suku cadang untuk kendaraan roda empat dan roda dua untuk Pasar Pengganti domestik (REM) dengan 52 Dealer Utama yang berada di luar Jawa Bali serta 24 Kantor Penjualan. Dealer Utama dan Kantor Penjualan memiliki 12.000 Pengecer di seluruh Indonesia.

Sekalipun perusahaan membukukan net profit hanya sebesar Rp 2 milyar, akan tetapi perusahaan tetap dapat menghasilkan Operating Cash Flow (OCF) sebesar Rp. 1,148 trilyun pada tahun 2020, dapat dikatakan perusahaan tetap dapat menghasilkan kas dalam bisnisnya, sehingga Liquidity Ratio dan Cash Ratio perusahaan masih sangat baik untuk menjaga posisi likuiditas perusahaan.

Perusahaan juga sangat adaptif dengan secara signifikan mengurangi belanja modal hal ini terlihat dari Investing Cash Flow (ICF) hanya sebesar Rp. 20 milyar pada tahun 2020, dimana sebelumnya mencapai Rp. 673 milyar  pada tahun 2019.

Selain itu perusahaan tetap dapat melakukan pelunasan hutangnya dengan baik, terlihat pada Financing Cash Flow (FCF) pada tahun 2020 sebesar Rp 369 milyar, dimana total liabilities perusahaan pada tahun 2020 sebesar Rp. 3,909 trilyun, menurun jika dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp. 4,365 trilyun.

 

Sejauh penulis melakukan riset, tidak ada indikasi Good Corporate Governance AUTO bermasalah, AUTO juga salah satu emiten yang tidak pernah melakukan banyak aksi korporasi yang aneh aneh, selain itu AUTO juga memiliki berbagai perangkat GCG yang cukup memadai, mulai dari penunjukkan komisaris independen, keterbukaan informasi mengenai komite audit dan rapat rapatnya, termasuk sampai perusahaan memiliki whistle blowing system yang cukup baik dan transparan.

 

 

Happy Value Investing!

Jakarta, Apr 04 2021



error: Content is protected !!